Total Pageviews

Wednesday, January 4, 2017

Fly Over Manahan Dan Purwosari Akan Dibangun

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pembangunan fly over di kawasan perlintasan kereta api (KA) Manahan dan Purwosari diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas.
Pasalnya, dua titik tersebut selama ini menjadi langganan macet ketika ada kereta melintas, terlebih di Manahan.
Sedangkan beban di Purwosari telah berkurang akibat diberlakukannya sistem satu arah (SSA) Purwosari-Gendengan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Surakarta, Yosca Herman Soedrajat, Senin (10/10/2016), di Solo.
"Titik tersebut memang rawan macet, kita harapkan fly over ini bisa mengurangi beban kendaraan yang melintas," kata Yosca.
Menurutnya, fly over mendesak untuk dibangun karena jumlah kendaraan yang melintas Kota Solo semakin meningkat.
"Kita tidak hanya ngurus 500 ribu pelat AD (Solo, Red), tapi 2,5 juta kendaraan dari sekitar Solo," lanjut dia.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo alias Rudy, mengatakan akan membangun fly over di Manahan terlebih dahulu karena lebih mendesak.
Selain mengurangi kemacetan, fly over Manahan juga diharapkan dapat menghidupkan jalan di sekitarnya yang selama ini sepi.
"Kita harapkan jalan di sekitarnya seperti Jl Hassanudin bisa hidup," ungkap Rudy.
Pembangunan fly over ditargetkan rampung dalam enam bulan karena menggunakan teknologi yang canggih.
Adapun dana yang digunakan untuk pembangunan fly over Manahan ialah dari APBD Kota Surakarta dan APBN.
Sedangkan untuk fly over Purwosari akan menggunakan dana APBN murni. (*)
Solo Pos

Saturday, December 31, 2016

Dishubkominfo Ambil Alih Perbaikan Kabel Membahayakan di Purwosari


LALU LINTAS SOLO 

Dishubkominfo Ambil Alih Perbaikan Kabel Membahayakan di Purwosari

Lalu lintas Solo, Dishubkominfo akhirnya turun tangan memperbaiki kabel melintang rendah di Purwosari.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo akhirnya turun tangan memperbaiki kabel yang melintang rendah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan di dekat perlintasan kereta api (KA) Purwosari.

Perbaikan itu dilakukan Kamis (29/12/2016) setelah sekitar 11 hari tak ada pihak yang muncul dan mengaku bertanggung jawab atas keberadaan kabel telekomunikasi tersebut. Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Ari Wibowo, mengatakan untuk mengakhiri polemik saling lempar tanggung jawab pengelolaan kabel telekomunikasi itu, Dishubkominfo memanggil rekanan instansinya untuk membenahi tiang listrik miring supaya kabel tidak menggantung rendah di persimpangan jalan.

“Kami sampaikan ke rekanan pengelola kabel telekomunikasi untuk membenahi tiang yang miring. Kabel melintang rendah di sana sudah cukup lama mengganggu dan membahayakan pengguna jalan selama 10 hari terakhir,” kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis sore.  (Baca juga: Kabel Melintang Rendah Membahayakan di Purwosari Tak Jelas Pemiliknya)

Ari mengatakan proses perbaikan tiang kabel telekomunikasi yang berdiri miring di separator jalan tersebut berlangsung cepat. “Tidak sampai sehari, cuma beberapa jam selesai. Tidak perlu menutup jalan juga karena tidak membutuhkan alat berat,” jelasnya.

Menurut Ari, perbaikan kabel yang melintang rendah di Purwosari mendesak dilakukan sebelum perayaan malam pergantian tahun. Persimpangan tersebut merupakan salah satu kawasan rawan kemacetan pada Sabtu (31/12/2016) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan keberadaan kabel telekomunikasi yang melintang rendah dan hanya disangga dua batang bambu di tengah pertigaan jalan tersebut. Sejumlah pihak membantah mengelola kabel telekomunikasi itu.

Manajer PLN Area Kota, Irvan Hardiansyah, memastikan kabel telekomunikasi yang menggantung di depan pertokoan Robinson Saripetojo Purwosari itu bukan milik anak perusahaan PLN. Sedangkan Manager Costumer Sevice PT Telkom Witel Solo, Raharjo, menyatakan kabel telekomunikasi yang melintang rendah di simpang tiga Purwosari bukan bagian asetnya.

lowongan kerja 
lowongan kerja PT. Sejati Putra Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Friday, December 30, 2016

Keraton Surakarta

Keraton Kasunanan Surakarta

KERATON SURAKARTA dibangun oleh Pakoe Boewono II pada tahun 1745 Masehi. Sebelumnya ibukota Keraton berada di Kartasura, yang berjarak lebih kurang 12 km barat Kota Solo. Di Keraton Kasunanan Surakarta terdapat Art Gallery yang menyimpan bermacam benda-benda bersejarah yang mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Beberapa koleksi yang ada diantara lain kereta kencana, bermacam-macam senjata, wayang kulit dan benda-benda peninggalan jaman dulu lainnya. Keraton Kasunanan Surakarta dibuka untuk umum setiap hari jam 08.30-14.00, dan hari Minggu jam 08.30-13.00. Kraton tutup pada hari Jumat.

Secara fisik bangunan Keraton Kasunanan Surakarta terdiri dari bangunan inti dan lingkungan pendukungnya seperti Gapura (pintu gerbang) yang disebut Gladag pada bagian Selatan. Kemudian ada dua Alun-alun di sebelah Utara dan Selatan kompleks Keraton. Juga terdapat Masjid Agung dan Pasar Batik yang terkenal yaitu Pasar Klewer. Kyai Slamet, Kerbau putih yang dikeramatkan sebagai salah satu pusaka Keraton Kasunanan Surakarta.

Categories: 

http://www.surakarta.go.id/konten/keraton-kasunanan-surakarta

Wednesday, December 21, 2016

Merbabu and Merapi




Merapi and Merbabu are not far from Solo. In the morning if it is sunny in the morning, you can see them from Solo.

They are located in the west of Solo.


Monday, December 19, 2016

Morning Time

Morning time is always special for me.
Here are some photos of morning time in Gonilan village, in Solo Raya.